Kabar Baru Juan Carlos Valeron, Si Penghancur AC Milan

Football Lovers – menjadi suatu julukan bagi kalian para pecinta dunia sepak bola. Benar bukan ?.. jika memang benar, kenalkah kalian dengan sang legenda bernama Juan Carlos Valeron ? dirinya adalah seorang legenda dari Deportiva La Coruna yang dulunya pernah menghancurkan Club bernama AC Milan. Debut penghancurannya itu sendiri terjdi dalam laga Champions. Kira-kira, saat ini kabar sang Legenda seperti apa ya guys ? apakah masih se prima dulu, atau adakah perubahan tersendiri dari sang Legenda ?..

Juan Carlos Valeron menjadi nama panggilan saja. Yang dimana untuk nama asli dan lengkapnya ada penambahan Santana di belakan nama Valeron. Dirinya menjadi bukti keberhasilan dalam menjadi seorang Legenda di Laliga Spanyol kala itu. Dan disini juga dikatakan dirinya sebagai seorang Idola dari para gelandang hebat Timnas milik Spanyol. Contohnya saja ialah Andres Iniesta dengan David Silva yang mengakui dirinya adalah sosok yang hebat dan melegenda.

Foto Juan Carlos Valeron di tim Deportivo La Coruna

Dan dengar-dengan nomor punggung dari David Silva sendiri diambil dari nomer favoritnya sang legenda yang memang dirinya sudah sejak kecil ingin menjadi pemain profesional seperti Juan Carlos Valeron Santana. Sang legenda ini selama melakukan karirnya di dalam dunia sepak bola sendiri banyak menorehkan hasil dari perjuangannya tersebut. pria dengan angka kelahiran tahun 1975, 17 Juni silam telah sukses dulunya membawa Super Depor untuk terus melaju ke babak selanjutnya yakni La Liga Championship 2004 serta memenangkan adanya gelar Copra del Rey tepat 2 tahun sebelumnya ( 2002 ).

Dalam hal ini pun Juan Carlos Valeron sempat untuk merasakan dirinya dengan timnas Spanyol. Yakni pada piala dunia 2002. Kurang lebih gelandang serang yang diperankan oleh dirinya sudah sebanyak 46 kali dengan Tim Matador yang sudah cukup populer di telinga masyarakat.

Bagaimana Kabar Terkini Dari Sang Legenda Juan Carlos Valeron ?

Sesaat dirinya memutuskan untuk melakukan pensiun dari adanya dunia Sepak Bola pada tahun 205-2016, dirinya langsung menjadi seorang asisten pelatih dari Las Palmas bagi Laliga Spanyol di tahun 2016-2017. Lalu di tahun berikutnya beranjak menjadi asisten dari pelatih Palmas dalam kurun 2 musim hingga sampai tahun 2019 silam.

Dan untuk tahun 2019 kemarin, dirinya sudah mendapatkan tawaran dan sudah menerima juga tawarfan menjadi seorang pelatih baru. Yakni menjadi kepala baru bagi tim Federasi Sepak Bola Las Palmas. Dimana, dalam New Job yang di pegang oleh Juan Sendiri ialah untuk mencari adanya bakat-bakat baru dari generasi baru pula yang mendiami wilayah Kenari ( Pulau Kenari ). Yang berarti, dirinya akan bertanggung jawab penuh atas pembentukan dari tim atau Squad yang ada di pulau tersebut.

Bagaimana Dirinya Menghancurkan AC Milan Pada Masa Kejayaannya Silam ?

Pada masa ini dirinya melakukan penghancuran AC Milan bersama dengan Deportivo La Coruna. Pada tahun 200 – 2001 ini menjadi salah satu titik karir yang dimiliki oleh Juan Carlos Valeron. Kurang lebih dalam kurun waktu 13 Tahun laamanya dirinya membela tim dengan julukan Super Depor ini dengan momen terbaik yang di raih memang pada tahun 2003 sampai pada 2004. Jika kalian mengikuti dan mengingat, adanya sebuah moment dari Epic Comeback di Liga Champions saat itu.

Dimana, untuk menghadapi AC Milan sendiri pada masa perempat final, yang dimana saat itu Deportivo La Coruna menjadi tim terkuat karena adanya Juan Carlos Valeron yang memang sempat dikalahan dengan AC Milan dengan skor 4-1. Akan tetapi pada leg ke 2, tim yang di pegang oleh Juan mendapatkan kemenangan mutlak 4-0 yang dimana terhitung total sudah menjadi 4-5 untuk kemenangan dari Deportivo La Coruna. Dan pada kemenangan ini Juan Carlos Valeron telah menyumbang sebanyak 2 gol bagi timnya tersebut. pada menit 48 di babak pertama. Dan inilah yang di sebut dalam sejarah sebagai epic comeback dari tim tersebut yang bisa membalikan adanya sebuah ketertinggalan 3 gol pada leg ke 1. Dan bisa membuahkan hasil akhir maksimall bahkan tebilang jauh lebih unggul dari sebelumnya.

Adakah Penghargaan Yang Diterima Selepas Pensiun ?

Usia memang tidak bisa membohongi karir seseorang yang saat ini di tempuh oleh orang tersebut. dan beanr saja, hal ini di lalui oleh Juan Carlos Veleron yang memang mengaku usianya tidak seperti dulu dan harus mengakhiri permainan di tahun 2013 silam. Dan dari adanya kabar ini, publik pecinta sepak bola di Spanyol ini pun lalu memberikan adanya standing ovation pada setiap kali langkah dari Juan Carlos Veleron yang di tarik keluar pada tiap pertandingan. Dan hal ini memang benar terjadi pda Stadion Santiago Bernabeu sampai pada Camp Nou.

Akan tetapi kabar pensiunnya pun segera terjawab dan tidak terjadi pada tahun 2013 silam. Dimana dirinya mendapatkan sebuah pinangan Klub Kampung Halaman yakni Las Plamas di tahu  2013 silam.

Untuk musim kedua, dirinya juga telah berhasil untuk mengantarkan adanya La Plamas pada La Liga Spanyol yang terjadi tahun 2015-2016 yang dimana kala itu usianya sudah mencapai kepala 4
( 40 tahun ). Melihat adanya Club La Plamas ini mendapatkan finish di Urutan ke 11 klasemen akhir pada La Liga Spanyol ini akhirnya barulah dirinya memutuskan untuk melakukan pensiun. Dan pensiun yang dilakukan oleh sang legenda ini berbeda dengan legenda lainnya , dimana perpisahan sederhana di berikan oleh sang Legenda yakni Juan Carlos Veleron jauh kali dari legenda lainnya.

Mengenai Masa Keterpurukan, Dulunya Adakah Yang Diketahui Oleh Publik ?

Bisa dikatakan hal ini benar adanya ..

Dimana saat mencapai sebuah semifinal di Liga Champions tahun 2003 – 2004 menjadi sebuah ajang tertinggi bagi tim Deportivo dan juga oleh Juan Carlos Veleron yang mencapai karir puncaknya. Namun, masa kejayaan yang dimiliki oleh Tim dengan julukannya ialah Super Depor ini harus tertunbda kembali akibat adanya sebuah insiden kecederaan darfi Juan Carlos Veleron. Yang dimana dirinya ini harus mengalami istirahat selama 1 tahun lamanya dan dikatakan lebih dari 1 tahun yakni terhitung dari 2006 sampai 2008 silam.

Dan titik terbawah yang dimiliki oleh tim ini sendiri terjadi di tahun 2011. Dimana, timnya harus menerima bahwa Juan Carlos sempat melakukan gantung sepatu dan kembali bermain di musim selanjutnya 2012. Yang dirinya harus bisa mengembalikan adanya tim Deportivo La Coruna kedalam La Liga Spanyol .

Dan pada akhirnya dirinya pun sempat mengalami keberhasilan untuk tim Deportivo masuk pada La Liga Spanyol di tahun berikutnya. Walau sempat membuat janji dirinya akan pensiun setelah membawa promosi Deportivo ke La Liga Spanyol dirinya tak kunjung melakukan adanya pensiun. Hal ini dikarenakan Klubnya tersebut masih saja dalam masa keterpurukan atau masa krisis.