Monthly Archives: October 2020

Sejarah Barcelona dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Barcelona adalah salah satu dari klub raksasa Eropa yang berasal dari Spanyol. Klub yang juga sering dijuluki Los Cules ini adalah klub yang bermarkas di Stadion Camp Nou yang ada di kota Barcelona, Spanyol. Barca menjadi klub populer yang mampu menorehkan sejumlah prestasi di berbagai macam kompetisi. Baik itu yang ada di kancah domestik maupun internasional. Tentunya klub ini memiliki sejarah yang juga cukup panjang, hingga kini menjadi salah satu klub sepakbola tersukses yang ada di dunia.

Sejarah Barcelona dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Barcelona memiliki motto yaitu “El Barça, és més que un club” atau dalam bahasa indonesia diartikan dengan “Barca bukan hanya sekedar klub biasa” serta memiliki sebuah himne yang berjudul “El Cant del Barca” yang diciptakan juga oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola yang ada pada umumnya, FC Barcelona adalah klub yang benar-benar dimiliki dan juga dioperasikan oleh para suporternya.

Barcelona merupakan sebuah cerminan dari sikap politik dalam sayap kiri Spanyol, sikap kaum yang tertindas, sebuah bangsa catalunya yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara. Melalui Barcelona inilah orang Catalan(Catalunya) ingin menunjukkan kelebihan mereka dari para penjajah Spanyol. Berikut ini merupakan beberapa info sejarah Barcelona lengkap dari tahun ke tahun dan mulai dari awal terbentuk hingga kini menjadi salah satu klub sepak bola yang cukup populer di dunia.

Sejarah Barcelona

Barcelona adalah sebuah club yang pertama kali dibentuk yaitu pada tanggal 29 November pada tahun 1899 oleh Hans Gamper. Awalnya pada bulan Oktober di tahun 1899, Gamper dirinya menaruh iklan di koran Los Deportes dimana pada saat itu dirinya ingin mendirikan sebuah klub sepakbola dengan mencari para pemain yang berminat serta mencari dukungan finansial dari beberapa orang. Akhirnya pada 29 November 1899 terkumpul 11 pemain yang kemudian menjadi skuad awal Barcelona dan terbentuk sebuah klub yang saat itu diberi nama Foot-Ball Club Barcelona.

Skuad awal FC Barcelona

Klub ini kemudian langsung menuai sukses di era kompetisi regional, yaitu pada Campionat de Catalunya dan juga pada Copa del Rey. Mereka yang saat itu memenangi trofi pertama mereka di tahun 1902, yaitu pada Copa Macaya. Joan Gamper juga menjadi sebuah figur penting bagi Barca yang ada pada awal berdiri, dimana pada saat itu ia menjadi presiden dari klub tersebut sejak tahun 1908. Pria yang berasal dari Swiss ini juga mencari dana untuk dapat menyelamatkan Barca dari kebangkrutan pada saat itu. Gamper juga kemudian menjadi seseorang yang berperan dalam membangun stadion baru tempat bagi Barcelona.

Di era 1910-an, Barca pun kemudian menjadi simbol dari daerah Catalan, dan hal tersebut mereka pertahankan hingga sekarang. Barca pun sukses meraih beberapa trofi termasuk juga sukses sebanyak 6 kali sebagai juara Copa del Rey dan juga 11 kali dalam juara Campionate de Catalunya, pada masa keemasan awal klub tersebut. Barcelona juga menjadi sebuah tim yang sukses meraih gelar juara La Liga di musim perdananya yaitu di tahun 1929. Setelah itu Los Cules juga sempat mengalami sebuah kemunduran, yang saat itu disebabkan oleh beberapa faktor termasuk krisis finansial yang saat itu melanda dan perpecahan politik di tanah Spanyol.

Masa Perang dan Pergantian Nama

Adanya Perang Sipil yang terjadi di Spanyol di tahun 30an pun juga menjadi sebuah hal yang sangat mempengaruhi keberlangsungan klub. Saat itu simbol Catalan sempat dilarang dan kemudian Barcelona dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat. Mereka pun saat itu terpaksa mengubah nama mereka menjadi Club de Futbol Barcelona. Barca kemudian baru kembali mengalami periode sukses yang lumayan yaitu di era 50an dan 50an, termasuk saat meraih 3 trofi Liga Spanyol yang di lakukan di akhir 40an.

Tahun 50an, Barca diperkuat oleh sejumlah pemain kunci seperti halnya Laszlo Kubala, Luis Suarez, Sandor Kocsis dan juga Zoltan Czibor. Gelar double winners kemudian berhasil diraih di tahun 1959 dan 1960. Mereka juga menjadi klub yang melaju ke final European Cup atau Liga Champions untuk pertama kalinya yaitu di tahun 1961, meski saat itu harus kalah dari Benfica. Meski begitu, jika dibandingkan dengan rivalnya yaitu Real Madrid, prestasi Barcelona masih di bilang kalah, terutama pada saat tahun 60an. Klub ini kembali berganti nama, yang pada saat itu menjadi Futbol Club Barcelona atau disingkat dengan nama FC Barcelona.

Masa Transisi Tahun 70an dan 80an

Era 70an Barca menjadi sebuah klub yang juga sempat memecahkan rekor transfer dengan membeli pemain Johan Cruyff dari Ajax. Bersama dengan Cruyff, Barca kemudian sukses meraih sebuah kesuksesan yang cukup besar saat itu di liga domestik. Tahun 1978, Barcelona melakukan sebuah pemilihan presiden untuk pertama kalinya oleh para member Barcelona. Hasilnya adalah Josep Lluis Nunez yang terpilih sebagai presiden klub tersebut. Barca kemudian meraih trofi Eropa pada tahun 1979 dengan menjadi juara dan juga mendapatkan Piala Winners. Di akhir 70an, proyek akademi La Masia kemudian mulai dikembangkan.

Tahun 80an, Barca menjadi sebuah tim yang mampu mendatangkan sejumlah pemain kelas dunia, salah satunya yaitu adalah Diego Maradona yang pada saat itu datang dengan rekor transfer termahal pada saat itu. Barca kembali gagal di dalam juara Liga Champions saat kalah di dalam final keduanya, kali ini kalah tim Steaua Bucharest. Meski trofi bergengsi Eropa tersebut belum kunjung diraih, Barcelona tetap konsisten meraih trofi domestik mereka, terutama yang ada di dalam ajang Copa del Rey.

Barcelona saat menjadi juara Liga Champions 1992

Baru kemudian di akhir 80an dan awal 90an Barca menemukan performa terbaiknya yang pada saat itu berada di bawah kepelatihan mantan pemain mereka yaitu Johan Cruyff. Didukung juga dengan skuad mumpuni seperti halnya Pep Guardiola, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario dan juga Hristo Stoichkov. Barcelona akhirnya dapat meraih beberapa trofi bergengsi. Puncaknya yang terjadi di tahun 1992, mereka meraih gelar Liga Champions pertamanya dengan mengalahkan Sampdoria di dalam laga final. Selain itu Barca menjadi tim yang juga sukses meraih 4 trofi di dalam Liga Spanyol, hal tersebut beruntun dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1994. Cruyff pun kemudian menjadi pelatih tersukses di dalam sejarah Barcelona dengan total raihan 11 trofi dalam 8 tahun kepelatihannya.

Akhir tahun 90an Barca kemudian diperkuat oleh sejumlah pemain terkenal seperti halnya Ronaldo, Luis Figo, Rivaldo, Patrick Kluivert dan juga Luis Enrique. Beberapa gelar domestik pun juga sudah diraih, meski gelar internasional belum sempat diraih kembali. Kepindahan Luis Figo ke rival Real Madrid sempat membuat para fans Barcelona marah. Hal ini juga sempat jadi sebuah kontroversi besar pada saat itu. Barca pun mengalami beberapa hasil buruk yang mereka dapatkan di awal tahun 2000-an, kalah bersaing dengan Real Madrid atau bahkan kalah dari Valencia.

Kesuksesan di Era Modern

Penunjukkan agen sbobet terpercaya dan presiden baru yaitu Joan Laporta yang terjadi di tahun 2003 menandai era kebangkitan dari El Barca. Ditambah dengan hadirnya pelatih baru Frank Rijkaard, Barca kemudian mencapai era keemasannya lagu di pertengahan tahun 2000an. Kombinasi pemain lokal La Masia seperti halnya Carles Puyol, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez serta beberapa pemain bintang yang dibeli dari klub lain seperti Samuel Eto’o, Deco dan juga megabintang Ronaldinho membuat Barca tidak terhentikan. Trofi Liga Champions kedua pun kemudian diraih tahun 2003.

Demikian itulah sejarah berdirinya klub sepak bola Barcelona dari dulu hingga sekarang. Barcelona adalah klub sepak bola yang cukup terkenal, club tersebut juga memiliki perjalanan yang cukup panjang serta mendapatkan banyak kemenangan di beberapa ajang sepak bola bergengsi.

Pesepak Bola Legendaris Indonesia

Timnas Indonesia memang masih minim prestasi dan juga mengalami pasang surut dari prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, walaupun begitu, Indonesia adalah negara yang pernah mendapatkan julukan sebagai Macan Asia di masa lalu, karena indonesia memiliki pemain-pemain hebat yang sekarang telah menjadi legenda. Sejarah mencatat, jika prestasi terbaik dari Timnas Indonesia, terakhir terjadi yaitu pada tahun 1991 saat Tim Merah-Putih memenangi gelar kejuaraan SEA Games. Gelar bergengsi kedua yang ada juga berhasil dimenangkan di kawasan Asia Tenggara setelah kemenangan tahun 1987.

Setelah itu Timnas Indonesia sempat menciptakan sebuah sensasi, ketika pada saat itu hampir lolos ke dalam Piala Dunia di tahun 1986. Tim Garuda kemudian gagal melangkah ke Meksiko, setelah dikalahkan oleh Korea Selatan pada babak akhir kualifikasi di zona Asia. Ditahun yang sama juga Timnas Indonesia sukses menembus semifinal dalam kejuaraan Asian Games. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan Timnas Indonesia sekalipun timnas tidak banyak memiliki keberuntungan serta mendapatkan kemenangan.

Penampilan dari bintang-bintang sepak bola Indonesia yang dahulu sangat bersinar, mulai dari era Aji Santoso dan Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Evan Dimas dan juga Hansamu Yama. Semuanya mampu menjadi daya tarik tersendiri, baik melalui layar televisi maupun para pendukung yang datang langsung ke stadion meski laga digelar di negara tetangga.

Dalam sejarahnya yaitu sejak tahun 1996, Timnas Indonesia sudah tercatat delapan kali mampu lolos dari fase grup. Dengan lima kali di antaranya dapat melangkah ke dalam pertandingan final. Sayang, dari kelima kesempatan tersebut, Indonesia belum berhasil mendapatkan trofi juara.

Pesepak Bola Legendaris Indonesia

Namun, dukungan para penggemar untuk Tim Garuda selalu besar. Antusiasme yang juga selalu luar biasa kerap kali menjadi sebuah hal yang diperlihatkan oleh rakyat Indonesia, terutama jika Tim Garuda mampu melangkah sampai ke pertandingan puncak.

Kegagalan demi kegagalan yang ada di laga puncak tidak pernah menyurutkan keinginan dari para penggemar Timnas Indonesia untuk dapat melihat tim kesayangan mereka dapat meraih trofi untuk pertama kalinya. Apalagi sejak fase grup, Tim Garuda bisa mempersembahkan penampilan yang sangat apik dengan banyaknya hasil yang positif. Sepanjang sejarah tersebut juga nama-nama pemain bola legendaris bermunculan, siapa sajakah mereka ? Berikut ini adalah deretan pemain legenda Indonesia yang namanya melegenda hingga kini.

Bambang Pamungkas

Legenda Indonesia dan juga merupakan legenda dari Persija Jakarta. Bepe atau di kenal dengan nama Bambang Pamungkas masih bermain bola saat ini pada usia sudah menginjak 39 tahun. Bepe menorehkan 85 caps dan juga 37 gol untuk Timnas Indonesia.

Prestasi Bambang Pamungkas terbaik di Timnas yaitu pada saat membawa negara menjadi runner-up dalam Piala AFF 2002 saat itu ajang tersebut masih bernama Piala Tiger. Bepe juga menjadi penyerang dengan torehan delapan gol dari enam laga dalam pertandingan tersebut. Ikon Macan Kemayoran juga terkenal dengan kemampuannya dalam menanduk bola dan juga merupakan striker oportunis. Maka tidak heran jika namanya masuk ke dalam pemain bola legendaris di Indonesia.

Boaz Solossa

Piala Tiger yang diadakan pada tahun 2004 menjadi ajang Boaz Solossa pada saat mengenalkan dirinya kepada para pecinta sepak bola Indonesia. Duetnya saat itu bersama dengan Ilham Jaya Kesuma sangat mengerikan pada saat itu. Boaz yang sekarang ini juga masih bermain untuk tim Persipura Jayapura pada usia 33 tahun. Pada saat dirinya masih prima dan berjaya, Boaz merupakan seorang striker yang disegani di kawasan Asia karena kecepatanya, lincah, berbahaya, dan juga cukup tajam mencetak gol.

Peri Sandria

Mantan penyerang berbahaya Indonesia ini merupakan pesepakbola yang namanya cukup terkenal pada akhir tahun 80an dan pertengahan 80an. Peri Sandria adalah seorang pemain sepak bola yang berhasil memecahkan rekor dengan gol terbanyak dalam Liga Indonesia. Gol yang saat itu berhasil dicetak yaitu sebanyak 34 gol sebelum kemudian dipecahkan Sylvano Comvalius. Bersama dengan eks pelatih Timnas Indonesia, Anatoli Polosin, Peri juga pernah berjaya mengantarkan Indonesia meraih medali emas di dalam ajang Sea Games pada tahun 1991.

Robby Darwis

Mantan bek tangguh yang ada di era kejayaannya. Robby Darwis adalah pemain sepak bola timnas yang bermain pada periode 1987-1998, memiliki postur tubuh yang ideal dan juga sangat jago dalam duel satu lawan satu. Selain dirinya dikenal sebagai legenda Indonesia, Robby Darwis juga menjadi pemain legenda bagi tim Persib Bandung.

Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto adalah pemain timnas Indonesia yang juga namanya pernah terkenal. Kurniawan Dwi Yulianto pemain yang telah menekuni kariernya yaitu sejak berusia 17 tahun. Sampdoria dan Luzern merupakan dua klub yang berada di Eropa yang juga pernah diperkuat oleh Si Kurus julukan untuk Kurniawan. Jumlah gol Kurniawan di Timnas Indonesia yang hanya kalah dari Bambang Pamungkas. Kurniawan mampu menorehkan 33 gol yang ada dari 58 caps dengan Tim Merah Putih saat itu.

Fakhri Husaini

Mantan playmaker Timnas Indonesia, yaitu Fakhri Husaini pernah bermain pada awal tahun 90-an. Dirinya memiliki kemampuan yang baik, khususnya dalam hal mengoper bola dengan kedua kakinya. Fakhri juga pernah dilatih oleh Henk Wullem, eks pelatih Timnas Indonesia. Saat ini, Fakhri Husaini menjadi pelatih bagi Timnas Indonesia U-19 dan dirinya mencoba menularkan pengalamannya tersebut kepada para pemain-pemain muda.

Aji Santoso

Mantan bek kiri terbaik yang juga pernah dimiliki oleh Indonesia. Aji Santoso memiliki kecepatan, dan juga menjadi salah satu pemain yang dapat melakukan umpan silang dengan bagus serta stamina yang dimilikinya juga sangat bagus. Aji Santoso kini menekuni karirnya sebagai seorang pelatihan dan dirinya juga menjadi pelatih saat memperkuat Timnas pada tahun 1990-an.

Cristian Gonzales

Piala AFF 2010 merupakan sebuah memori yang sulit dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah bersama dengan Vietnam. Pada saat itu juga, Timnas Indonesia kemudian mampu melangkah hingga ke dalam babak final dengan permainan yang saat itu sangat menghibur.

Sayang, Tim Garuda saat itu harus kalah dari Malaysia di dalam laga puncak dan dalam keempat kalinya harus puas menjadi runner-up di dalam Piala AFF. Padahal pada saat itu tim asuhan Alfred Riedl ini memiliki skuat yang mumpuni, termasuk dengan hadirnya Irfan Bachdim dan pemain naturalisasi, Cristian Gonzales.

Gendut Doni

Karir Gendut Doni Timnas Indonesia ini juga terbilang cukup pendek. Ia pertama kali memperkuat Tim Garuda yaitu pada tahun 2000 dan kemudian berakhir pada tahun 2004. Pemain yang saat itu memperkuat Persija Jakarta namun hanya masuk ke dalam skuat Garuda dalam dua edisi Piala AFF, yaitu pada tahun 2000 dan 2002. Catatan menarik mengenai Gendut Doni adalah ia menjadi sosok penting dalam skuat Garuda di Piala Tiger pada tahun 2000. Bahkan dirinya hampir saja tersisih dari tim sebelum saat berangkat ke Thailand.

Demikian itulah beberapa pemain sepak bola legendaris di Indonesia. Walaupun nama-nama tersebut belum sempat membawa Indonesia menjadi juara, tapi mereka telah berhasil menunjukkan permainan terbaik mereka untuk Indonesia. Terimakasih.