Category Archives: My Blog

Fakta Unik Sepak Bola Indonesia

Sepak yang ada di Indonesia tidak pernah kehabisan berbagai cerita. Ada berbagai kisah-kisah menarik di lapangan, maupun juga dari sisi lainnya. Selain menghadapi sebuah jadwal kickoff kompetisi yang sulit ditebak, penundaan jadwal yang nantinya bisa terjadi sewaktu-waktu, hingga fenomena dari tim musafir, serta masih banyak sisi lain yang menarik digali.

Fakta Unik Sepak Bola Indonesia

Ada fenomena beberapa klub yang sering mengganti nama, lika-liku dari suporter saat mendukung tim kesayangan yang berada di tempat-tempat jauh, hingga tradisi turnamen antar kampung yang historis. Hal-hal seperti itu kadang kala memang sulit ditemui di negara-negara lain, alias hanya ada di Indonesia saja.

Fenomena tarkam misalnya. Beberapa orang di Indonesia biasanya mereka akan rela merogoh kocek dalam-dalam demi membawa timnya mereka ikut ke dalam turnamen tarkam, tentunya dilakukan dengan menggaet-menggaet beberapa pemain yang berstatus profesional, dan tentu saja di berbanderol dengan harga mahal.

Manuver mereka mungkin terasa sangat aneh bagi orang-orang awam. Alasannya, apa manfaatnya mengeluarkan uang sebanyak itu, padahal mungkin hadiah yang ada di turnamen tersebut sangat kecil? Bagi mereka, keuntungan bukan lah segalanya. Itulah sisi unik dari sebuah turnamen antar kampung yang ada di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa hal menarik dan unik lainnya yang hanya bisa anda temui di sepak bola Indonesia.

Laga Dipindah karena Pilkades? Sangat Mungkin (Persib Bandung vs Persija Jakarta)

Laga yang diadakan harus dipindah karena stadion sedang direnovasi bukan sebuah hal yang aneh. Tapi, ada yang unik lagi ketika pertandingan Liga 1 2019 dilakukan, laga antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta terpaksa digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pertandingan tersebut seharusnya dilakukan dan digelar di Bandung karena Persib bertindak sebagai tuan rumah saat itu. Jika sesuai rencana, laga tersebut memang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada tanggal 28 Oktober 2019.

Namun, pihak kepolisian tidak memberikan izin pertandingan pada hari tersebut. Alasannya adalah pada 27 dan 28 Oktober ada perhelatan Pilkades Serentak yang di lakukan Kabupaten Bandung. Alhasil, polisi fokus mengamankan agenda politik tersebut. Daripada laga nantinya harus diundur, laga Persib kontra Persija pada akhirnya dipindah ke Bali. Laga tersebut dimenangi Persib Bandung dengan skor 2-0 pada lanjutan Shopee Liga 1 2019.

Laga Ditunda, Besoknya Ditonton Gratis (Persib Bandung vs Persipura)

Pernah menemukan pertandingan sepak bola yang seharusnya digelar pada sore atau malam hari kemudian harus ditunda ? Biasanya penundaan akan dilakukan karena kondisi cuaca, seperti hujan lebat yang membuat lapangan di stadion menjadi tergenang. Kejadian seperti itu sering terjadi di sepak bola Indonesia karena banyaknya stadion yang belum mempunyai sistem drainase yang bagus. Alhasil, ketika hujan terus menerus lapangan pada akhirnya akan banjir. Jika terjadi seperti itu, permainan pun nantinya akan menjadi tidak maksimal karena bola sulit bergulir. Wasit terkadang dengan terpaksa harus menghentikan pertandingan tersebut.

Dalam beberapa kejadian, panpel akan memutuskan sebuah pertandingan di tunda atau lanjutan akan digelar keesokan harinya, tentu terbuka untuk umum dan juga akan gratis. Pertandingan biasanya akan digelar pukul 07.00 atau 08.00 pagi. Apakah anda pernah mengalami momen itu ?

Klub Gonta-Ganti Nama? Sudah Biasa

Nama menjadi sebuah identitas yang umumnya penting bagi klub sepak bola. Nama klub biasanya akan bertahan selama bertahun-tahun bahkan bisa mencapai satu abad lebih. Sangat jarang sekali klub-klub dunia yang hobi gonta-ganti nama.

Namun, gonta-ganti nama klub bukan lah merupakan sebuah hal yang aneh di sepak bola Indonesia. Alasannya juga sangat bermacam-macam, misalnya saja pembelian klub, pindah kandang, akuisisi, ataupun juga merger antarklub. Salah satu contoh yang terbaru adalah PS Tira Persikabo. Nama tersebut dipilih ketika manajemen PS Tira merger dengan Persikabo Bogor. Klub tersebut yang tampil di Liga 1 2019.

Bagaimana dengan Bali United? Tentu saja dahulu namanya bukan itu. Klub tersebut dulunya bernama Persisam Samarinda. Pada 2014, Persisam Samarinda kemudian pindah kandang ke Bali. Mereka juga berganti nama menjadi Bali United FC. Nama Madura United juga masih sangat baru di dalam klub sepak bola Indonesia. Awalnya klub tersebut merupakan sebuah merger antara Mastrans dengan Bandung Raya, yang namanya berubah menjadi Mastrans Bandung Raya.

Bandung Raya kemudian mengakuisisi klub Pelita Jaya sehingga bermetamorfosis menjadi klub Pelita Bandung Raya yaitu pada 2012. Kemudian Pelita Bandung Raya merger dengan beberapa Persipasi Bekasi, menjelma menjadi Persipasi Bandung Raya pada tahun 2015. Klub tersebut kemudian diakuisisi lagi menjadi Madura United. Rumit bukan?

Suporter Bertandang Jauh Naik Kapal Laut

Suporter PSM Makassar mendapat sebuah pengalaman yang sulit dilupakan saat akan mendukung tim kesayangan mereka pada saat itu menghadapi Persebaya Surabaya di pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo. Suporter PSM Makasar mulai berdatangan dan tiba di Surabaya, kebanyakan para suporter tersebut menggunakan kapal laut yang berlabuh di Tanjung, Perak Surabaya.

Namun, saat mereka sudah tiba di Surabaya, ada pengumuman laga yang di dipindah ke Stadion Bantakan, Balikpapan, dengan tanggal yang sama karena Persebaya sudah mendapat izin keamanan untuk menggelar laga di Jawa Timur. Tentu saja para suporter PSM yang sudah datang pada saat itu merasa sangat kecewa. Sudah jauh-jauh datang ke Surabaya menggunakan kapal laut, tapi pertandingan tersebut malah dipindahkan.

Rombongan pertama yang sudah tiba tadi subuh di pelabuhan (Tanjung Perak) yaitu sekitar 40 orang. Rombongan kedua yang berisikan 15 orang datang menggunakan pesawat dan pada saat malam ada puluhan yang tiba naik kapal laut. Para suporter tentunya cukup kaget karena baru terdengar info tersebut saat sampai sekitar pukul 05.00 WIB, karna pada saat mereka berada di kapal laut tidak ada sinyal.

Dari Tukang Becak hingga Dokter

Dalam Piala Dunia 1938, ada satu nama yang cukup ‘Indonesia banget’, yakni Achmad Nawir. Pemain bertahan asal klub cikal bakal Persebaya, yaitu Soerabajasche Voetbal Bond itu dipilih oleh pelatih Johannes Christoffel van Mastenbroek untuk menjadi kapten dari tim tersebut. Menariknya, berdasarkan dengan keterangan dari laman Java Post, Nawir diketahui berprofesi sebagai seorang dokter.

Tak cuma itu saja, dr. Nawir juga mengenakan kacamata. Mungkin, beliau adalah pesepak bola pertama yang tampil dengan menggunakan kacamata. Selain itu, ada juga sosok Andi Ramang, legenda sepak bola Indonesia yang berasal dari Makassar, yang sebelum terjun ke dunia sepak bola, merupakan seorang tukang becak.

Jelang kemerdekaan, Ramang juga diketahui hijrah ke Makassar dan kemudian memutuskan untuk ‘berkarir’ sebagai penarik becak. Pada suatu hari, ia bergabung dengan Persatuan Sepak Bola Induk Sulawesi.

Demikian itulah beberapa hal unik yang tidak pernah terjadi di dunia Sepak bola lain, kecuali Indonesia. Beberapa hal unik tersebut secara tidak langsung menjadi sebuah ciri khas bagi sepak bola Indonesia. Semoga sepak bola Indonesia tetap berkembang lebih baik lagi.

Fakta-fakta Menarik Sejarah Piala Dunia

Tahukah Anda, ajang kompetisi sepak bola antar negara-negara yang ada di dunia, yakni Piala Dunia telah dimulai sejak tahun 1930. Piala Dunia adalah ajang yang di prakarsai oleh induk organisasi sepak bola dunia yaitu FIFA. Hingga saat ini, Piala Dunia telah mencetak gelar sebanyak 21 kali. Terakhir, Piala Dunia diselenggarakan di Rusia.

Pertandingan sepakbola pertama kali memang sudah diadakan pada tahun 1872. Saat itu, pemain inggris bertemu dengan kesebelasan dari Skotlandia yang terkenal dengan taktik bermainnya yang juga sangat baik, sampai pada akhirnya sepakbola menjadi sebuah olahraga yang mulai populer di belahan dunia pada saat memasuki tahun 1900-an.

Fakta-fakta Menarik Sejarah Piala Dunia

Banyak sekali tim-tim nasional dari berbagai negara yang mulai terbentuk semenjak lahirnya ajang sepakbola yang pertama kali dimulai di kawasan Britania Raya (Inggris) tersebut. Sepanjang waktu berjalan, akhirnya FIFA pun mulai terbentuk yaitu pada tanggal 22 Mei 1904 sekaligus menjadi sebuah otoritas sepakbola internasional.

Banyak sekali kejadian-kejadian menarik sepanjang kompetisi yang berlangsung empat tahunan ini. Salah satunya, adalah ajang kompetisi sepak bola ini sempat terhenti yaitu pada tahun 1942 dan 1946 karena saat itu terjadi Perang Dunia II. Selain itu, masih banyak lagi beberapa fakta dari sejarah Piala Dunia yang menarik. Nah berikut ini adalah beberapa rangkuman fakta-fakta sejarah piala dunia.

Trofi

Ternyata sebelum trofi FIFA world cup seperti yang kita ketahui sekarang ini, ajang sepak bola tersebut menggunakan trofi Jules Rimet. Piala ini diberi nama sesuai dengan nama Presiden FIFA Jules Rimet. Trofi ini hanya digunakan pada Piala Dunia yang berlangsung pada tahun 1930 hingga 1970. Sama halnya dengan trofi FIFA world cup saat ini, trofi Jules Rimet juga berbahan dasar dari emas. Namun begitu, trofi Jules Rimet pernah dicuri selama 2 kali, pertama dicuri sebelum Piala Dunia 1966 di Britania Raya dan kemudian kembali dicuri pada tahun 1983 di Rio de Janeiro.

Sejarah sekitar pemain

Banyak sejarah yang juga terlahir dari pemain-pemain yang ikut bertanding di dalam ajang kompetisi empat tahunan Piala Dunia. Selain itu, banyak juga pemain-pemain yang kemudian namanya menjadi terkenal dan bahkan diperbincangkan oleh semua orang sepanjang pergelaran Piala Dunia. Seperti halnya, Diego Armando Maradona, Hingga juga Pele. Nah berikut ini adalah beberapa rangkuman sejarah seputar pemain.

Pemain tertua dan termuda

Tidak banyak pemain sepak bola yang sudah berumur, tapi masih mengikuti ajang kompetisi empat tahunan ini. Meski begitu, ternyata masih ada pemain yang bermain, padahal umurnya bisa dibilang sudah dibilang tidak muda lagi. Pada Piala dunia 2018 di Rusia rekor pemain tertua yang dipegang oleh kiper Mesir Essam El Hadary. El Hadary mencatat namanya di dalam sejarah piala dunia saat usianya 45 tahun 161 hari.

Sementara, untuk rekor pemain termuda yang ada di Piala Dunia dipegang oleh Norman Whiteside. Norman yang pada saat itu bertanding memperkuat skuad Irlandia Utara, dan dirinya pada saat itu masih berusia 17 tahun dan 41 hari saat mengikuti Piala Dunia 1982.

Pencetak gol terbanyak

Nah dalam urusan mencetak gol terbanyak di dalam Piala Dunia dimiliki oleh striker asal Jerman yakni, Miroslav Klose. Klose yang telah berhasil mencatat rekor pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia di tahun 2014 di Brasil dengan mencetak sebanyak 16 gol. Selain itu, pada Piala Dunia tersebut, Klose juga berhasil membawa Jerman meraih juara di Piala Dunia keempat kalinya.

Pemain tampil terbanyak

Jerman menjadi negara yang kembali mencatatkan pemainnya dalam rekor Piala Dunia. Kali ini. Mantan kapten timnas Jerman Lothar menjadi pemain yang berhasil tampil terbanyak di dalam ajang Piala Dunia. Tercatat Matthaus tampil yaitu sebanyak 25 kali di dalam ajang Piala Dunia edisi tahun 1982, 1986, 1990, 1994 dan juga tahun 1998. Dan pada tahun 1990, Matthaus berhasil membawa jerman meraih sebuah trofi FIFA World Cup.

Kontroversi-kontroversi di Piala Dunia

Tidak hanya berbagai macam rekor-rekor terbaik yang tercatat di dalam kompetisi Piala Dunia, kontroversi-kontroversi juga ada dan tercatat dalam ajang kompetisi empat tahunan ini. Salah satunya, yakni kontroversi dari keputusan wasit saat Inggris melawan Jerman pada putaran Piala Dunia 2006. Dalam pertandingan tersebut, wasit tidak mengesahkan gol Frank Lampard, padahal dalam tayangan ulang tendangan yang memantul dari mistar tersebut telah melewati gawang.

Selain itu, ada lagi kontroversi sari gol tangan yang dicetak oleh Maradona. Saat Argentina melawan Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 di Meksiko. Pada saat itu, mencetak gol dengan tangannya saat dirinya ingin menyambut umpan dari teman setimnya.

Indonesia ikut serta Piala Dunia

Ternyata Indonesia juga menjadi negara yang pernah mengikuti kompetisi Piala Dunia. Bahkan, Indonesia yang diyakini menjadi negara Asia pertama yang berhasil mengikuti ajang Piala Dunia. Hal itu terjadi, pada Piala Dunia yang di lakukan di Perancis tahun 1938. Kala itu, Indonesia masih dijajah oleh Belanda, sehingga pada kompetisi tersebut Indonesia masih bernama Hindia Belanda.

Selain itu, selama ini Indonesia juga selalu ikut andil di dalam kompetisi empat tahunan ini. Karena perlu Anda ketahui, bahwa bola yang digunakan di dalam ajang Piala Dunia tahun tersebut adalah bola-bola yang dibuat oleh pabrik asal Majalengka, Jawa Barat. Maka dari itu, Anda nantinya harus berbangga menjadi warga negara Indonesia.

Dikuasai Eropa dan Amerika Selatan

Piala Dunia 2018 adalah piala dunia ke-21 sepanjang sejarah. Dari total 20 gelaran sebelumnya, dimana 11 di antaranya berhasil dimenangkan oleh tim-tim Eropa dan kemudian sisanya menjadi milik negara-negara dari Amerika Selatan. Belum pernah ada negara dari Asia, Afrika, maupun juga negara dari Amerika Utara yang menjadi kampiun, bahkan tidak sekalipun wakil dari kawasan tersebut berhasil mencapai final.

Brasil masih yang terbaik

Brazil adalah pemegang rekor juara dunia terbanyak dengan 5 kali kemenangan, satu-satunya negara yang belum pernah absen di ajang piala dunia, sekaligus negara terakhir yang berhasil memenangkan piala dunia sebanyak dua kali berturut-turut pada tahun 1958 dan 1962.

Brasil juga masih menjadi satu-satunya negara yang berasal dari Amerika Selatan yang mampu menjadi juara saat piala dunia digelar di sekitar benua Eropa, tepatnya dilakukan di Swedia tahun 1958 dan jika digabungkan dengan kemenangan mereka di Korea-Jepang tahun 2002, mereka adalah satu-satunya negara yang juga pernah mengangkat trofi di 3 benua yang berbeda.

Demikian itulah beberapa fakta-fakta menarik tentang sejarah panjang digelarnya Piala Dunia.Piala Dunia Rusia 2018 telah selesai, dan ajang sepak bola tersebut akan diadakan kembali pada tahun 2022. Tentunya, pertandingan antar negara tersebut nantinya akan semakin serut.

Maka dari itu, Anda harus selalu menonton jalannya pertandingan. Jangan sampai Anda ketinggalan tentang sejarah-sejarah baru yang lahir di Piala Dunia. Walaupun negara kita tidak pernah masuk ke dalam kompetisi dunia tersebut, kita harus bangga dengan prestasinya yang lainya yang dimiliki oleh Timnas Indonesia. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan anda tentang sepak bola, terimakasih.

Sejarah Barcelona dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Barcelona adalah salah satu dari klub raksasa Eropa yang berasal dari Spanyol. Klub yang juga sering dijuluki Los Cules ini adalah klub yang bermarkas di Stadion Camp Nou yang ada di kota Barcelona, Spanyol. Barca menjadi klub populer yang mampu menorehkan sejumlah prestasi di berbagai macam kompetisi. Baik itu yang ada di kancah domestik maupun internasional. Tentunya klub ini memiliki sejarah yang juga cukup panjang, hingga kini menjadi salah satu klub sepakbola tersukses yang ada di dunia.

Sejarah Barcelona dari Awal Berdiri Hingga Sekarang

Barcelona memiliki motto yaitu “El Barça, és més que un club” atau dalam bahasa indonesia diartikan dengan “Barca bukan hanya sekedar klub biasa” serta memiliki sebuah himne yang berjudul “El Cant del Barca” yang diciptakan juga oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola yang ada pada umumnya, FC Barcelona adalah klub yang benar-benar dimiliki dan juga dioperasikan oleh para suporternya.

Barcelona merupakan sebuah cerminan dari sikap politik dalam sayap kiri Spanyol, sikap kaum yang tertindas, sebuah bangsa catalunya yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara. Melalui Barcelona inilah orang Catalan(Catalunya) ingin menunjukkan kelebihan mereka dari para penjajah Spanyol. Berikut ini merupakan beberapa info sejarah Barcelona lengkap dari tahun ke tahun dan mulai dari awal terbentuk hingga kini menjadi salah satu klub sepak bola yang cukup populer di dunia.

Sejarah Barcelona

Barcelona adalah sebuah club yang pertama kali dibentuk yaitu pada tanggal 29 November pada tahun 1899 oleh Hans Gamper. Awalnya pada bulan Oktober di tahun 1899, Gamper dirinya menaruh iklan di koran Los Deportes dimana pada saat itu dirinya ingin mendirikan sebuah klub sepakbola dengan mencari para pemain yang berminat serta mencari dukungan finansial dari beberapa orang. Akhirnya pada 29 November 1899 terkumpul 11 pemain yang kemudian menjadi skuad awal Barcelona dan terbentuk sebuah klub yang saat itu diberi nama Foot-Ball Club Barcelona.

Skuad awal FC Barcelona

Klub ini kemudian langsung menuai sukses di era kompetisi regional, yaitu pada Campionat de Catalunya dan juga pada Copa del Rey. Mereka yang saat itu memenangi trofi pertama mereka di tahun 1902, yaitu pada Copa Macaya. Joan Gamper juga menjadi sebuah figur penting bagi Barca yang ada pada awal berdiri, dimana pada saat itu ia menjadi presiden dari klub tersebut sejak tahun 1908. Pria yang berasal dari Swiss ini juga mencari dana untuk dapat menyelamatkan Barca dari kebangkrutan pada saat itu. Gamper juga kemudian menjadi seseorang yang berperan dalam membangun stadion baru tempat bagi Barcelona.

Di era 1910-an, Barca pun kemudian menjadi simbol dari daerah Catalan, dan hal tersebut mereka pertahankan hingga sekarang. Barca pun sukses meraih beberapa trofi termasuk juga sukses sebanyak 6 kali sebagai juara Copa del Rey dan juga 11 kali dalam juara Campionate de Catalunya, pada masa keemasan awal klub tersebut. Barcelona juga menjadi sebuah tim yang sukses meraih gelar juara La Liga di musim perdananya yaitu di tahun 1929. Setelah itu Los Cules juga sempat mengalami sebuah kemunduran, yang saat itu disebabkan oleh beberapa faktor termasuk krisis finansial yang saat itu melanda dan perpecahan politik di tanah Spanyol.

Masa Perang dan Pergantian Nama

Adanya Perang Sipil yang terjadi di Spanyol di tahun 30an pun juga menjadi sebuah hal yang sangat mempengaruhi keberlangsungan klub. Saat itu simbol Catalan sempat dilarang dan kemudian Barcelona dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat. Mereka pun saat itu terpaksa mengubah nama mereka menjadi Club de Futbol Barcelona. Barca kemudian baru kembali mengalami periode sukses yang lumayan yaitu di era 50an dan 50an, termasuk saat meraih 3 trofi Liga Spanyol yang di lakukan di akhir 40an.

Tahun 50an, Barca diperkuat oleh sejumlah pemain kunci seperti halnya Laszlo Kubala, Luis Suarez, Sandor Kocsis dan juga Zoltan Czibor. Gelar double winners kemudian berhasil diraih di tahun 1959 dan 1960. Mereka juga menjadi klub yang melaju ke final European Cup atau Liga Champions untuk pertama kalinya yaitu di tahun 1961, meski saat itu harus kalah dari Benfica. Meski begitu, jika dibandingkan dengan rivalnya yaitu Real Madrid, prestasi Barcelona masih di bilang kalah, terutama pada saat tahun 60an. Klub ini kembali berganti nama, yang pada saat itu menjadi Futbol Club Barcelona atau disingkat dengan nama FC Barcelona.

Masa Transisi Tahun 70an dan 80an

Era 70an Barca menjadi sebuah klub yang juga sempat memecahkan rekor transfer dengan membeli pemain Johan Cruyff dari Ajax. Bersama dengan Cruyff, Barca kemudian sukses meraih sebuah kesuksesan yang cukup besar saat itu di liga domestik. Tahun 1978, Barcelona melakukan sebuah pemilihan presiden untuk pertama kalinya oleh para member Barcelona. Hasilnya adalah Josep Lluis Nunez yang terpilih sebagai presiden klub tersebut. Barca kemudian meraih trofi Eropa pada tahun 1979 dengan menjadi juara dan juga mendapatkan Piala Winners. Di akhir 70an, proyek akademi La Masia kemudian mulai dikembangkan.

Tahun 80an, Barca menjadi sebuah tim yang mampu mendatangkan sejumlah pemain kelas dunia, salah satunya yaitu adalah Diego Maradona yang pada saat itu datang dengan rekor transfer termahal pada saat itu. Barca kembali gagal di dalam juara Liga Champions saat kalah di dalam final keduanya, kali ini kalah tim Steaua Bucharest. Meski trofi bergengsi Eropa tersebut belum kunjung diraih, Barcelona tetap konsisten meraih trofi domestik mereka, terutama yang ada di dalam ajang Copa del Rey.

Barcelona saat menjadi juara Liga Champions 1992

Baru kemudian di akhir 80an dan awal 90an Barca menemukan performa terbaiknya yang pada saat itu berada di bawah kepelatihan mantan pemain mereka yaitu Johan Cruyff. Didukung juga dengan skuad mumpuni seperti halnya Pep Guardiola, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario dan juga Hristo Stoichkov. Barcelona akhirnya dapat meraih beberapa trofi bergengsi. Puncaknya yang terjadi di tahun 1992, mereka meraih gelar Liga Champions pertamanya dengan mengalahkan Sampdoria di dalam laga final. Selain itu Barca menjadi tim yang juga sukses meraih 4 trofi di dalam Liga Spanyol, hal tersebut beruntun dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1994. Cruyff pun kemudian menjadi pelatih tersukses di dalam sejarah Barcelona dengan total raihan 11 trofi dalam 8 tahun kepelatihannya.

Akhir tahun 90an Barca kemudian diperkuat oleh sejumlah pemain terkenal seperti halnya Ronaldo, Luis Figo, Rivaldo, Patrick Kluivert dan juga Luis Enrique. Beberapa gelar domestik pun juga sudah diraih, meski gelar internasional belum sempat diraih kembali. Kepindahan Luis Figo ke rival Real Madrid sempat membuat para fans Barcelona marah. Hal ini juga sempat jadi sebuah kontroversi besar pada saat itu. Barca pun mengalami beberapa hasil buruk yang mereka dapatkan di awal tahun 2000-an, kalah bersaing dengan Real Madrid atau bahkan kalah dari Valencia.

Kesuksesan di Era Modern

Penunjukkan agen sbobet terpercaya dan presiden baru yaitu Joan Laporta yang terjadi di tahun 2003 menandai era kebangkitan dari El Barca. Ditambah dengan hadirnya pelatih baru Frank Rijkaard, Barca kemudian mencapai era keemasannya lagu di pertengahan tahun 2000an. Kombinasi pemain lokal La Masia seperti halnya Carles Puyol, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez serta beberapa pemain bintang yang dibeli dari klub lain seperti Samuel Eto’o, Deco dan juga megabintang Ronaldinho membuat Barca tidak terhentikan. Trofi Liga Champions kedua pun kemudian diraih tahun 2003.

Demikian itulah sejarah berdirinya klub sepak bola Barcelona dari dulu hingga sekarang. Barcelona adalah klub sepak bola yang cukup terkenal, club tersebut juga memiliki perjalanan yang cukup panjang serta mendapatkan banyak kemenangan di beberapa ajang sepak bola bergengsi.

Pesepak Bola Legendaris Indonesia

Timnas Indonesia memang masih minim prestasi dan juga mengalami pasang surut dari prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, walaupun begitu, Indonesia adalah negara yang pernah mendapatkan julukan sebagai Macan Asia di masa lalu, karena indonesia memiliki pemain-pemain hebat yang sekarang telah menjadi legenda. Sejarah mencatat, jika prestasi terbaik dari Timnas Indonesia, terakhir terjadi yaitu pada tahun 1991 saat Tim Merah-Putih memenangi gelar kejuaraan SEA Games. Gelar bergengsi kedua yang ada juga berhasil dimenangkan di kawasan Asia Tenggara setelah kemenangan tahun 1987.

Setelah itu Timnas Indonesia sempat menciptakan sebuah sensasi, ketika pada saat itu hampir lolos ke dalam Piala Dunia di tahun 1986. Tim Garuda kemudian gagal melangkah ke Meksiko, setelah dikalahkan oleh Korea Selatan pada babak akhir kualifikasi di zona Asia. Ditahun yang sama juga Timnas Indonesia sukses menembus semifinal dalam kejuaraan Asian Games. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan Timnas Indonesia sekalipun timnas tidak banyak memiliki keberuntungan serta mendapatkan kemenangan.

Penampilan dari bintang-bintang sepak bola Indonesia yang dahulu sangat bersinar, mulai dari era Aji Santoso dan Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Evan Dimas dan juga Hansamu Yama. Semuanya mampu menjadi daya tarik tersendiri, baik melalui layar televisi maupun para pendukung yang datang langsung ke stadion meski laga digelar di negara tetangga.

Dalam sejarahnya yaitu sejak tahun 1996, Timnas Indonesia sudah tercatat delapan kali mampu lolos dari fase grup. Dengan lima kali di antaranya dapat melangkah ke dalam pertandingan final. Sayang, dari kelima kesempatan tersebut, Indonesia belum berhasil mendapatkan trofi juara.

Pesepak Bola Legendaris Indonesia

Namun, dukungan para penggemar untuk Tim Garuda selalu besar. Antusiasme yang juga selalu luar biasa kerap kali menjadi sebuah hal yang diperlihatkan oleh rakyat Indonesia, terutama jika Tim Garuda mampu melangkah sampai ke pertandingan puncak.

Kegagalan demi kegagalan yang ada di laga puncak tidak pernah menyurutkan keinginan dari para penggemar Timnas Indonesia untuk dapat melihat tim kesayangan mereka dapat meraih trofi untuk pertama kalinya. Apalagi sejak fase grup, Tim Garuda bisa mempersembahkan penampilan yang sangat apik dengan banyaknya hasil yang positif. Sepanjang sejarah tersebut juga nama-nama pemain bola legendaris bermunculan, siapa sajakah mereka ? Berikut ini adalah deretan pemain legenda Indonesia yang namanya melegenda hingga kini.

Bambang Pamungkas

Legenda Indonesia dan juga merupakan legenda dari Persija Jakarta. Bepe atau di kenal dengan nama Bambang Pamungkas masih bermain bola saat ini pada usia sudah menginjak 39 tahun. Bepe menorehkan 85 caps dan juga 37 gol untuk Timnas Indonesia.

Prestasi Bambang Pamungkas terbaik di Timnas yaitu pada saat membawa negara menjadi runner-up dalam Piala AFF 2002 saat itu ajang tersebut masih bernama Piala Tiger. Bepe juga menjadi penyerang dengan torehan delapan gol dari enam laga dalam pertandingan tersebut. Ikon Macan Kemayoran juga terkenal dengan kemampuannya dalam menanduk bola dan juga merupakan striker oportunis. Maka tidak heran jika namanya masuk ke dalam pemain bola legendaris di Indonesia.

Boaz Solossa

Piala Tiger yang diadakan pada tahun 2004 menjadi ajang Boaz Solossa pada saat mengenalkan dirinya kepada para pecinta sepak bola Indonesia. Duetnya saat itu bersama dengan Ilham Jaya Kesuma sangat mengerikan pada saat itu. Boaz yang sekarang ini juga masih bermain untuk tim Persipura Jayapura pada usia 33 tahun. Pada saat dirinya masih prima dan berjaya, Boaz merupakan seorang striker yang disegani di kawasan Asia karena kecepatanya, lincah, berbahaya, dan juga cukup tajam mencetak gol.

Peri Sandria

Mantan penyerang berbahaya Indonesia ini merupakan pesepakbola yang namanya cukup terkenal pada akhir tahun 80an dan pertengahan 80an. Peri Sandria adalah seorang pemain sepak bola yang berhasil memecahkan rekor dengan gol terbanyak dalam Liga Indonesia. Gol yang saat itu berhasil dicetak yaitu sebanyak 34 gol sebelum kemudian dipecahkan Sylvano Comvalius. Bersama dengan eks pelatih Timnas Indonesia, Anatoli Polosin, Peri juga pernah berjaya mengantarkan Indonesia meraih medali emas di dalam ajang Sea Games pada tahun 1991.

Robby Darwis

Mantan bek tangguh yang ada di era kejayaannya. Robby Darwis adalah pemain sepak bola timnas yang bermain pada periode 1987-1998, memiliki postur tubuh yang ideal dan juga sangat jago dalam duel satu lawan satu. Selain dirinya dikenal sebagai legenda Indonesia, Robby Darwis juga menjadi pemain legenda bagi tim Persib Bandung.

Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto adalah pemain timnas Indonesia yang juga namanya pernah terkenal. Kurniawan Dwi Yulianto pemain yang telah menekuni kariernya yaitu sejak berusia 17 tahun. Sampdoria dan Luzern merupakan dua klub yang berada di Eropa yang juga pernah diperkuat oleh Si Kurus julukan untuk Kurniawan. Jumlah gol Kurniawan di Timnas Indonesia yang hanya kalah dari Bambang Pamungkas. Kurniawan mampu menorehkan 33 gol yang ada dari 58 caps dengan Tim Merah Putih saat itu.

Fakhri Husaini

Mantan playmaker Timnas Indonesia, yaitu Fakhri Husaini pernah bermain pada awal tahun 90-an. Dirinya memiliki kemampuan yang baik, khususnya dalam hal mengoper bola dengan kedua kakinya. Fakhri juga pernah dilatih oleh Henk Wullem, eks pelatih Timnas Indonesia. Saat ini, Fakhri Husaini menjadi pelatih bagi Timnas Indonesia U-19 dan dirinya mencoba menularkan pengalamannya tersebut kepada para pemain-pemain muda.

Aji Santoso

Mantan bek kiri terbaik yang juga pernah dimiliki oleh Indonesia. Aji Santoso memiliki kecepatan, dan juga menjadi salah satu pemain yang dapat melakukan umpan silang dengan bagus serta stamina yang dimilikinya juga sangat bagus. Aji Santoso kini menekuni karirnya sebagai seorang pelatihan dan dirinya juga menjadi pelatih saat memperkuat Timnas pada tahun 1990-an.

Cristian Gonzales

Piala AFF 2010 merupakan sebuah memori yang sulit dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah bersama dengan Vietnam. Pada saat itu juga, Timnas Indonesia kemudian mampu melangkah hingga ke dalam babak final dengan permainan yang saat itu sangat menghibur.

Sayang, Tim Garuda saat itu harus kalah dari Malaysia di dalam laga puncak dan dalam keempat kalinya harus puas menjadi runner-up di dalam Piala AFF. Padahal pada saat itu tim asuhan Alfred Riedl ini memiliki skuat yang mumpuni, termasuk dengan hadirnya Irfan Bachdim dan pemain naturalisasi, Cristian Gonzales.

Gendut Doni

Karir Gendut Doni Timnas Indonesia ini juga terbilang cukup pendek. Ia pertama kali memperkuat Tim Garuda yaitu pada tahun 2000 dan kemudian berakhir pada tahun 2004. Pemain yang saat itu memperkuat Persija Jakarta namun hanya masuk ke dalam skuat Garuda dalam dua edisi Piala AFF, yaitu pada tahun 2000 dan 2002. Catatan menarik mengenai Gendut Doni adalah ia menjadi sosok penting dalam skuat Garuda di Piala Tiger pada tahun 2000. Bahkan dirinya hampir saja tersisih dari tim sebelum saat berangkat ke Thailand.

Demikian itulah beberapa pemain sepak bola legendaris di Indonesia. Walaupun nama-nama tersebut belum sempat membawa Indonesia menjadi juara, tapi mereka telah berhasil menunjukkan permainan terbaik mereka untuk Indonesia. Terimakasih.