Tag Archives: sejarah sepakbola

Sepanjang Sejarah Bola di Indonesia

Jika kita membicarakan soal si kulit bundar memang tidak akan ada habisnya sampai kapanpun. Apalagi kalau satu klub suporter ketemu sama suporter, pasti akan sangat seru jika membicarakan sejarah pencapaian klub masing-masing. Tidak ada salahnya juga lho, kalau kalian menjadi klub sepakbola yang loyal, asalkan kalian harus tetap suportif dan juga tetap menghargai suporter klub bola lainnya.

Sepakbola mempunyai sejarah yang panjang dalam peradaban hidup manusia. Termasuk dalam hal budayanya dan juga gaya hidup dari masyarakat dunia, tidak terkecuali di Indonesia.  Indonesia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya sangat menggemari olahraga sepak bola. Apalagi kalau lagi ada perhelatan internasional yang melibatkan Timnas Indonesia, pasti para suporter Timnas, tidak segan-segan untuk mendukung sepenuh jiwa raga. Sebelum masuk ke sejarah sepak bola di Indonesia, buat kamu yang masih asing dengan olahraga si kulit bundar, kita bakalan sedikit membahas gambaran sepak bola secara umum terlebih dahulu.

Posisi dan Jumlah Pemain dalam Sepakbola

Kalian pasti tahu, kan kalau pemain sepak bola terdiri dari 11 orang dan bentuk formasinya ditentukan tim masing-masing. Namun, biasanya formasi sebuah tim sepak bola terdiri dari: seorang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, 2-4 orang pemain tengah dan 1-3 orang pemain penyerang. 

Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain yang boleh memegang bola untuk melindungi gawang dari serangan tim lawannya. Biasanya penjaga gawang memakai seragam yang berbeda dari pemain lainnya.  Pemain bertahan bertugas menjaga pertahanan dari tim lawan. Pemain tengah dibagi lagi dengan yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang dekat dengan pemain bertahan, sedangkan sesuai dengan namanya penyerang memiliki tugas untuk mencetak gol ke gawang tim lawan.

Sejarah Sepakbola di Indonesia

Sepakbola di Indonesia dimulai sejak tahun 1914, kala itu negara kita, Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Kompetisi antar kota di jawa tersebut hanya dijuarai oleh dua tim atau didominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City. Nah, sejarah sepak bola modern Indonesia sendiri dimulai pada 19 April 1930, yakni ketika PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) terbentuk. Persatuan ini terbentuk di Yogyakarta dan diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Bisa dibilang, PSSI lahir, karena adanya kepentingan para politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di hati para pemuda Indonesia melalui olahraga sepak bola.

Singkat cerita, pasca Soeratin Sosrosoegondo wafat, tim nasional sepak bola Indonesia tidak banyak mencetak prestasi, sebab pembinaannya tidak dibarengi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Di era sebelum tahun 1970-an, pemain-pemain sepak bola Indonesia bahkan sempat bersaing dalam kompetisi internasional. Sebut saja Ronny Pattinasarani, Tan Liong Houw, Ramang, dan Sucipto Suntoro. Lalu, seiring berjalannya waktu, PSSI memperluas kompetisi dalam negeri, misalnya dengan menyelenggarakan Liga Super Indonesia, aktif mengadakan kompetisi sepak bola wanita, dan kompetisi dalam kelompok usia tertentu (U-15, U-17, U-19, dst).

Sayangnya, sejarah panjang sepakbola Indonesia belum mampu mengubah prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional. Butuh manajemen bola yang bertekad untuk merubah institusi sepak bola Indonesia menjadi lebih baik lagi. Namun, tidak ada kata terlambat bagi kita sebagai generasi penerus untuk menyelamatkan dan meraih tempat di kancah internasional.  Sebagai penerus bangsa, kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu kita, untuk menempatkan sepak bola Indonesia di persaingan liga sepak bola dunia.

Sejarah Berdirinya PSSI

Dirangkum dari laman resmi PSSI, sejarah sepak bola modern di Indonesia dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Kelahiran PSSI juga masih memiliki keterkaitan dengan kegiatan politik menentang penjajahan lantaran dilahirkan di zaman penjajahan Belanda.  PSSI lahir karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Soeratin menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Mecklenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928.  Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sitzen en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Di sana ia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu.  Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut. Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan. 

Soeratin yang gemar bermain sepak bola pun melihat olahraga tersebut sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda. Kemudian, Soeratun mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Lalu, gagasan pembentukan organisasi sepak bola nasional semakin matang setelah diadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya. Selanjutnya dilakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopramono, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain-lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda). Kemudian pada 19 April 1930, berkumpul lah wakil-wakil dari sejumlah tokoh sepak bola di daerah. Di antaranya dari Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Magelang, dan sebagainya.  Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Pada kongres PSSI di Solo tahun 1950, nama PSSI diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.

Berdirinya Stadion Sriwedari

Kegiatan sepak bola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepak bola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar. Sebelum ada stadion, rakyat bermain sepak bola di alun-alun, jalanan, atau tempat lapang lainnya. 

Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo. Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 – 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942. Namun, masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi lantaran Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang. Kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

Fakta menarik untuk Timnas di Palestina, Sepak Bola yang dijadikan untuk perdamaian

Kalian pasti sudah tahu konflik yang terjadi yang tak kunjung sudah-sudah antara Palestina dengan Israel yang memaksakan dunia harus mengelus dada pada saat seluruh dunia menyaksikan berita berita di televisi yang memberitakan mengenai penjajahan yang dialami oleh Palestina. Sudah semikin berkurangnya wilayah bagian Palestina karena penjajakan Israel. Suara mortir, bau-bau misiu, dan juga aroma darah sudah sangat biasa bagi para masyarakat Palestina.

Apa saja ya kira-kira kekejaman Israel ke Palestina

Kekejaman Israel pada Palestina yang tidak ada ujung nya itu memaksakan atlet-atlet Palestina tidak bisa berkembang, dikarenakan Israel selalu saja menjajah palestina untuk merebut tanah kekuasaan. Namun, pada saat ditengah-tengah konflik itu terjadi Palestina mencoba untuk menyuarakan perdamaian lewat daftar s1288 permainan sepak bola nya.

Cara yang diambil oleh palestina untuk menyuarakan kedamaian nya

Cara yang mungkin bisa untuk diambil oleh Palestina itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Dengan cara merekrut para pemain dari komunitas Palestina yang berada di Amerika latin

Sepak bola yang ada di Palestina tidak akan dapat berkembang karena perang yang semakin hari semakin memanas. Walaupun seperti itu Palestina tidak menyerah begitu saja, Palestina tetap akan mencoba memaksimalkan lagi potensi-potensi yang ada pada atlit mereka.

Salah satu cara agar dapat pemain baru ialah dengan merekrut pemain-pemain dari Amerika Latin, yang paling khususnya itu Chile karena disana itu diketahui ada banyak komunitas yang dari Palestina. Nah dari saat itu pada tahun 2000-an skuat dari Palestina banyak yang namanya dari latin, misalkan Edgardo Abdala, Pablo Abdala, Francisco Atura, Hernan Madrid, Alejandro Naif.

  1. PFA didirikan pada tahun 1928 tetapi sama FIFA diresmikan nya tahun 1998

PFA, sepak bola Palestina pada akhirnya diresmikan pada tahun 1998. PFA itu sendiripun sudah didirikan sebenarnya pada tahun 1928. Dengan kondisi yang sebenarnya apa adanya banget, Palestina juga mengalami kesulitan membangun tim yang kompotitif. Sejak diresmikannya pada tahun 1998, Palestina mulai rajin mengikuti turnamen-turnamen. Mereka juga aktif mengikuti kualifikasi dari piala dunia dan juga ikut untuk piala asia. Palestina asuhan dari Julio Cesar Baldivieso berhasil meloloskan diri ke putaran final piala Asia pada tahun 2019 setelahnya menjadi runner up di grup D, dan mengikuti juga Oman yang menjadi juara di grup.

  1. Prestasi yang didapat oleh Timnas Palestina

Prestasi yang terbaik yang palestina dapatkan itu adalah sebuah kemampuan dalam turnamen AFC Challange Cup 2014. Pada kejuaraan tersebut yang diadakan oleh AFC bagi para negara yang sedang rajin-rajinnya untuk mengembangkan tim sepak bola. Beberapa negara yang mengikuti kejuaraan tersebut adalah Palestina, Afghanistan, Bhutan, ada yang dari mongolia, ada dari Nepal hingga ada juga yang dari Timor Leste. Ini adala prestasi berikutnya ketika saat Palestina anak asuh dari Julio Cesar sangat sukses mencuri salah satu tempat yang ada di Piala Ssia pada tahun 2019.

  1. Mempunyai stadion resmi pada tahun 2008

Pada saat diresmikannya oleh FIFA pada tahun 1998, Tim Nasional Palestina tidak mempunyai stadion secara resmi untuk mengadakan laga dikandang sendiri atau bisa disebut menjadi tuan rumah di stadionnya sendiri. Dan pada akhirnya pada tahun 2008Palestina mulai resmi memiliki stadion sendiri. Stadion ini dibangun melalui FIFA’s Goal. stadion ini diberinama Stadion Internasional Faisal Al-Husseini yang berlokasi di Al Ram Tepi Barat. Stadion ini memiliki kapasitas cukup besar yaitu untuk di bangku sekitar kurang lebih 12.500 penonton.

  1. Palestina di Asia Games pada tahun 2018

Pada asia games yang berlangsung pada tahun 2018, tim nasional palestina di grup A bersama tuan rumahnya Indonesia, Laos, Hongkong dan ada juga taiwan. Sementara ini, palestina sendiripun telah memuncaki Grup A dengan 4 poin hasil dari satu kali kemenangan dan sekali kalah pada saat itu. Dan indonesia yang baru saja memainkan satu kali laga dan meraih kemenangan. Pada rabu tanggal 15 bulan agustus tahun 2018, Timnas y-23 akan berhadapan langsung dengan tuan rumah yaitu Indonesia. Jika kalau indonesia ini berhasil memenangkan kemenangan maka tim dari asuhan Luis Milla akan merangsak dari kepuncakan klesmen dari grup A.

Sejarahnya dari sepakbola di Palestina

Pada titik permainan sepak bola di Palestina dan Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda. Sepakbola mereka itu didirikan pada tahun 1928, di tahun yang sama juga sepakbola dari Persija Jakarta. Tapi jauh sebelum itu juga sepak bola ini sudah mulai ada di Palestina, pada saat itu terjadi tenyata lagi ada perang dunia yang pertama di Inggris.

Lalu virus bola itu mulai menular ke masyarakat di Palestina. Namun dari menurut Richard Henshaw dalam The Encylopedia of world soccer perkembangan sepak bola pada saat perang dunia di Palestina justru hanya ada di kalangan Yahudi saja. Pada saat itu orang-orang arab dan juga orang-orang muslim masih dilarang bermain bola karena itu adalah budayanya orang barat. Pada akhirnya, pada saat kewenangan Palestina di tangtannya BritishMandory, klub-klub yang berkembang itu cuman orang-orang yahudi saja. Selain itu Maccabi Haifa ada juga Hapoel Tel Alviv atau klub nya orang inggris. Baru pada saat itu klub nya milik orang-orang Palestina ada, salah satunya itu ada Islamic Sports Club. klub ini milik dari keluarga Nusseibeh itu adalah satu-satunya klub Arab Palestina diantara nya dari 14 tim yahudi yang juga ikut mendirikan induk dari sepak bola Palestina, Palestine Football Association atau bisa disingkat dari (PFA) yang berdiri pada tanggal 14 Agustus 1928 di Yarusalem.

Pada tahun 1929 sebenarnya PFA sudah di terima oleh FIFA yang direkomendasikan oleh Mesir. Mereka diterima ketika PFA menggulirkan kompetisi yang lalu diikuti juga oleh klub-klub dari seluruh golongan. Strukturnya juga ada di divisi utama dengan adanya 10 tim, divisi yang ke dua ada 20 tim, dan divisi yang terakhir yaitu divisi 3 ada 39 tim. Itu adalah ungkapan dari J.A Mangan dalam Europe.

Namun, selepas kepergian Inggris pada tahun 1948 semuanya telah berubah. Mulai pada saat ini konflik terjadi. PFA yang pada awalnya menaungi semua klub dan juga para pemain multietnis, pada saat itu sempat vakum dan kemudian diambil alih oleh israel. Dan namanya pun berubah menjadi Israel Football Association atau disingkat dari IFA. pihak dari palestina baru saja bisa membangun sepakbola lagi dengan yang terbentuknya Arab National Football League dan PFA baru pada tahun 1962.

Sebagaimana banyak negara yang baru merdeka atau yang ingin merdeka, palestina mengajukan keanggotaan ke FIFA. namun sangat disayangkan banyak banget syarat yang harus di lakukan pada hal ini lah yang mengakibatkan kegagalan akan hal itu. Satu yang terpenting, soal pemerintahannya. Hingga pada tahun 1994, belum adanya otoritas pemerintahannya yang benar benar berdiri. Palestina Authoritu atau bisa kita sebut sebagai PNA yang lahir dari sebuah kesepakatan palestine Liberation Organization atau PLO dengannya israel via Oslo Accords pada tahun 1993.